
Kemampuan numerasi murid menjadi salah satu aspek yang masih perlu mendapat perhatian di SMA Negeri 3 Karang Baru. Berdasarkan Rapor Pendidikan 2025, kemampuan numerasi murid berada pada kategori sedang dan mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024. Numerasi dalam Rapor Pendidikan mencakup kemampuan memahami dan menggunakan konsep bilangan, aljabar, geometri, serta data. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar penting bagi sekolah untuk terus melakukan penguatan kompetensi guru dalam mengintegrasikan numerasi ke dalam proses pembelajaran.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, SMA Negeri 3 Karang Baru melaksanakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru untuk Memperkuat Numerasi selama dua hari, pada 25–26 September 2026. Kegiatan menghadirkan Dzulfadhli, S.Pd. sebagai narasumber. Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi mata pelajaran, tetapi juga mengembangkan kemampuan numerasi murid dalam berbagai konteks pembelajaran.

Pada hari pertama, Jumat, 25 September 2026, kegiatan pelatihan dibuka oleh Kepala SMA Negeri 3 Karang Baru, Ibu Supriyanti, S.Pd. Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian kegiatan penguatan kompetensi guru yang berfokus pada pengembangan numerasi lintas mata pelajaran.

Materi hari pertama membahas integrasi numerasi dengan semua mata pelajaran. Guru diarahkan untuk melihat numerasi sebagai kemampuan yang dapat dikembangkan tidak hanya dalam pembelajaran Matematika, tetapi juga melalui berbagai mata pelajaran lainnya. Integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pengalaman belajar yang lebih kontekstual sehingga murid dapat menggunakan kemampuan numerasi untuk memahami dan menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain integrasi numerasi, peserta juga mendapatkan materi mengenai pembuatan modul pembelajaran mendalam yang dihubungkan dengan numerasi. Guru belajar merancang pembelajaran yang mengaitkan penguasaan konsep dengan kemampuan menggunakan informasi kuantitatif, membaca data, melakukan perhitungan, serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia.
Memasuki hari kedua, Sabtu, 26 September 2026, pelatihan berlanjut dengan materi pembuatan soal numerasi untuk semua mata pelajaran. Para guru diarahkan untuk mengembangkan soal yang dapat mengukur kemampuan murid dalam menggunakan konsep dan informasi numerik pada konteks yang sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Berikut adalah contoh pembuatan soal numerasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dipresentasikan oleh Bapak Eka Firnanda, S.Pd.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi gamifikasi numerasi menggunakan AI Canva. Pemanfaatan teknologi ini memberikan alternatif bagi guru untuk mengembangkan aktivitas pembelajaran numerasi yang lebih interaktif dan menarik. Gamifikasi diharapkan dapat membantu menghadirkan pengalaman belajar yang mendorong murid untuk terlibat aktif dalam menyelesaikan tantangan numerasi.

Pelatihan selama dua hari tersebut menjadi bagian dari langkah SMA Negeri 3 Karang Baru dalam merespons capaian numerasi pada Rapor Pendidikan. Meskipun sejumlah indikator dalam Rapor Pendidikan 2025 berada pada kategori baik dan mengalami peningkatan, kemampuan numerasi murid tercatat sebagai salah satu aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Melalui penguatan kompetensi guru, integrasi numerasi lintas mata pelajaran, pengembangan modul pembelajaran mendalam, penyusunan soal numerasi, serta pemanfaatan gamifikasi berbasis AI, sekolah berupaya membangun pembelajaran yang semakin mampu mengembangkan kemampuan murid dalam memahami dan menggunakan konsep numerasi untuk menghadapi berbagai persoalan secara kontekstual.




